Kamis, 02 Desember 2010

Situs Fantasi itu adalah Wikileaks.com

Belakangan ini situs Wikileaks.com sedang naik daun, ga tau apakah Wikileaks.com itu ad unsur ulet pohon yang biasanya suka naik turun pohon melalui dedaunan, atau hanya sebuah websaite biasa. Yang jelas wikileaks.com beberapa hari ini sedang dalam pembicaran hangat hampir di seluruh media di belahan dunia.

Wikileaks.com yang di dirikan oleh Julian Assange yang merupakan warga negara Ausie telah menggemparkan hampir seluruh pejabat di dunia. Mulai dari Perdana Mentri Tayyip Erdogan yang sanagat berang dengan tlisan di wikileaks.com yang mengungkapkan pernyataan Dubes AS tentang penyimpanan kekayaan PM Turki tersebut d salah satu bank di eropa.

Belum lagi tulisan tentang hubungan Arab Saudi yang sangat harmonis dengan Israel, juga hubungan dagang yang manis antara Iran dan Israel. Ada juga kebocoran dokumen rahasia Amerika Serikat tentang laporan Intelijen Militer Perang Afghanistan. Sekitar 167 dokumen  AS di bocorkan berasal dari konsulat AS di Surabaya dan tidak kurang dari 90.000 catatan rahasia AS di beberkan di situs ini.

Mengagumkan bukan ? tapi pertanyaan yang terpenting bukan masalah mengagumkan atau tidaknya, tetapi apakah maksud di balik semua kebocoran kebocoran ini ?

Yang pertama dan membuat saya terheran heran adalah, mengapa situs wikileaks.com masih ada ? ketika para pemegang kekuasaan merasa terusik dan terganggu, yang kedua mengapa wikileaks.com masih aktif ? mengingat beberapa situs di dunia maya telah di hancurkan ketika situs tersebut menjadi sebuah agenda propaganda,  dan yang terakhir mengapa wikileaks.com yang terpilih ?

Ketiga pertanyaan di atas mungkin sama tetapi dapat berasumsi berbeda. Yang pertama yang benar benar terpancing emosi adalah PM Turki yang langsung meminta pertanggung jawaban AS atas pernyataannya  diplomat AS yang di anggap merugikan kapabilitas seorang PM Turki itu. Lalu ada juga Hillary Clinton yang langsung melakukan temu press mengenai kebocoran kebocoran dokumen militer AS. Mungkinkah negara adidaya AS membiarkan situs itu teteap ada mengingat rahasia negaranya di biarkan di baca oleh khalayak umum ?

Wikileaks masih tetap aktif hingga saat ini, seakan akan ada energi yang terus memberikan aura yang membuat media media di belahan dunia tertarik untuk membesar besarkan berita tentang rahasia rahasia negara, dan ketika media memberitakan hal ini masyarakat akan tertarik untuk melihat situs ini.

Wikileaks terpilih menjadi situs propaganda adalah merupakan hal yang lumrah, mengingat situs ini di miliki oleh warga negara Ausie yang menjunjung tinggi nilai HAM, dan yang mengherankan kenapa Pentagon sebegitu geramnya sehingga tidak dapat menghancurkan situs ini, sosok pentagon yang belum dapat menghancurkan situs ini seperti Superman yang tidak memiliki alat kelamin.Hanya sebuah situs apa bila di bandingkan dengan dana dan kekuatan untuk menghancurkan Irak dapat di lakukan AS. Sungguh mengherankan....

Namun hingga saat ini wikileaks.com masih tetap dapat di baca oleh khalayak umum. Silakan membaca dan menikmati situs fantasi tersebut, dan silakan berangan angan.....

Lingkaran Setan Para Pemuja Tuhan

Bola keadilan di negara ini mulai begulir entah kemana arahnya. Kapalpun berlayar entah kemana tujuannya. Awalnya melihat kinerja pembangunan pemerintah hampir seluruh rakyat optimis akan pembangunan yang baik, walaupun badai pemikiran tentang idealisme dan strategi ekonomi terus berlanjut. Namun sangat di sanyangkan ketika pembangunan di sektor riil terlihat pincang ketika roda keadilan bergerak tak searah dengan pembangunan itu sendiri.

Beberapa kasus dan cerita yang bergulir tentang hukum dan keadilan di negara ini semakin terlihat aneh ketika beberapa orang di Institusi pemberantasan korupsi terhadap institusi penegak hukum tak kunjung usai. Begitu juga dengan dugaan penyuapan anggodo, yang arahnya semakin kabur. Mediapun banyak mengangkat isu dari opini masyarakat, padahal masyarakat Indonesia saat ini dari kemajemukan psikologisnya terlihat aneh tanpa arah, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Terlebih lagi ketika hukum seperti tak punya pegangan untuk berdiri, sehingga terlihat yang salah seperti benar, dan yang benar seperti salah. Tak ubahnya dengan ramalan seorang filosof jawa Ronggo Warsito, ketika suatu zaman yang edan akan datang dan semuanya pun terlihat terbalik dari pola pikir manusia yang katanya normal.

Terlepas dari ramalan - ramalan yang di gulirkan filosof dari Jawa tersebut, kasus yang menimpa Chandra Hamzah dan Bibit Samat Rianto saat ini makin terlihat aneh. Presiden sempat pernah mengatakan pada pidatonya ketika beredar perselisihan antara Cicak vs Buaya, agar kasus tersebut di selesaikan di luar ranah hukum. Ini merupakan keputusan bijaksana dari sang pemimpin. Tapi ketika kasus selanjutnya bergulir antara Bibit - Chandra dan anggodo terlihat tidak ada titik temu lagi. Beberapa institusi menekan Bibit - Chandra, beberapa media mengangkat isu tentang kemenangan Anggodo, atau Anggodo Menang Lagi. Deponeering pun bergulir, beberapa pihak terlihat mempersulit untuk di keluarkannya keputusan tersebut.

Sampai saat ini ada dua kasus yang di alami Bibit dan Chandra yang tidak ada ujung pangkalnya. Yang pertama Kasus Bibit - Chandra dan mantan KaBaResKrim dan kasus yang saat ini bergulir, samapi saat ini tidak di ketahui siapa yang menyalahi hukum dari keduanya, begitu juga dengan kasus saat ini hingga di keluarkannya diponeering. Terlihat benar adanya yang di ramalkan filosof jawa tadi bahwa Zaman Edan di mulai dengan adanya penguburan akan kebenaran dan keadilan.

Sampai saat ini Kasus pertama Bibit - Chandra dan Mantan KaBaResKrim tidak terlihat di mana titik kebenarannya, fakta kebenaran dan kebohongan tidak terlihat, semua keadilan suram, tidak terlihat yang mana yang benar dan mana yang salah. Dan saat ini keputusan Diponeering pun menjadi hal serupa, mencoba untuk mengubur keadilan. Padahal syarat sebuah negara sudah mutlak harus adanya landasan hukum yang di jalankan oleh masyarakatnya. Walaupun penegakan keadilan dan hukum terus di bunyikan di setiap sudut negara ini, namun mengapa masih ada kasus di negara ini yang harus di tutup. Kepentingan politiskah ? atau lingkaran setan yang di ciptakan oleh pemuja tuhan bertujuan untuk menyelamatkan nama baik. Lalu bagaimana denga kasus penegakan hukum yang tidak pernah tegak dan tumbuh subur di institusi penegakan hukum di negara ini. Menyedihkan……!!!!